• Update : 06/21/2013    Posted by Admin

    Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Lingkungan Perumahan

    Dalam membangun sebuah rumah aspek yang harus diperhatikan salah satunya adalah pemanfaatan pekarangan rumah atau dikenal dengan istilah ruang terbuka hijau. Maraknya pembangunan perumahan untuk memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat akan tempat tingal, membuat semakin sempitnya lahan kosong yang berfungsi sebagai penyerap air hujan.
    Oleh sebab itu, yang harus diperhatikan oleh para pengembang dalam membangun sebuah perumahan atau properti lainnya adalah ketersediaan ruang terbuka hijau untuk setiap unit yang mereka bangun.
    Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menilai bahwa pembangunan yang dilakukan para pengembang sudah sesuai dengan aturan pemerintah tentang ruang terbuka hijau (RTH).

    Teguh Satria, Ketua Badan Pertimbangan Organisasi REI, mengatakan bahwa kurang tepat jika pengembang dinilai membangun sesukanya tanpa mengikuti aturan pemerintah.

    “Memang betul yang merencanakan pembangunan adalah pengembang dan pemerintah yang approve. Itu lah yang terjadi sekarang ini, tapi pembuatan perencanaan itu sudah mengacu pada tata ruang kota yang direncanakan pemerintah termasuk RTH,” jelas Teguh seperti dikuti dalam Koran Bisnis Indonesia (Minggu, 16/6/2013).

    Selama ini dalam rencana pembangunan, kata Teguh, pengembang diminta mengikuti ketentuan dimana 60% lahannya untuk bangunan, dan 40% nya untuk jalan, ruang terbuka hijau (RTH), dan failitas lain yang mendukung.
    Oleh sebab itu, kita sebagai masyarakat juga wajib berperan serta dalam menjaga kelestarian alam.
    Hal itu bisa dilakukan dengan memaksimalkan ruang terbuka hijau yang ada di halaman kita. Dengan demikian, persoalan penghijauan kota tidak hanya menjadi urusan pengembang perumahan tetapi juga kita sebagai masyarakat penghuninya.

    Kembali