• Update : 26-Feb-2015    Posted by Admin

    Berinvestasi Tanah, Sejak Dini Lebih Baik

               Adrian Cartwood, penulis blog ‘How to Make 7 Million in 7 Years’ (Bagaimana meraup US$ 7 juta dalam 7 tahun), bisa menjadi kaya raya setelah hidup super hemat sambil merancang bisnis di industri teknologinya. Banyak orang yang terlalu ceroboh dengan mencari utang ketimbang menahan nafsu dan berhemat. Padahal, utang ini bisa menjadi beban yang cukup besar bagi kondisi finansial seseorang.

     

    "Belajarlah hidup apa adanya dan jangan tergoda barang-barang yang tidak perlu. Inilah kebiasaan yang perlu anda pertahankan demi menuju sukses, jadi anda bisa cepat mencapai target," katanya. Maka, tak ada kata lain selain, yuk kita berinvestasi sejak dini itu lebih baik, apalagi investasi tanah. Mengapa? Prospek bisnis properti di Indonesia akan semakin terlihat gairahnya. Investor dari dalam dan luar negeri terus mengawasi pergerakan dan pertumbuhannya untuk penetrasi ke dalam sektor properti. Kalau begitu, sebaiknya taruh dimanakah investasi kita saat ini?

     

    Konsultan keuangan dan investasi Trimegah Securities pernah memberikan saran bisnis khusus untuk bidang properti bahwa investasi sebaiknya disimpan dalam bentuk properti tanah atau lahan. Diungkapkan, Jakarta sudah terlalu penuh, susah untuk mencari tanah kosong lagi. Sejumlah konsultan properti, seperti Timothy Alamsyah pernah menyarankan bahwa investasi saja dalam bentuk tanah daripada apartemen atau rumah. Karena investasi tanah itu tidak akan busuk. Investasi ini cocok untuk orang yang kesibukannya adalah pekerja kantoran. Sebabnya jika investasi di bangunan seperti rumah, ongkos perawatan juga tidak kecil. Investasi rumah dalam bentuk fisik ada biaya perawatan lagi, tapi kalau tanah, tidak perlu kita memikirkan perawatannya.

     

    Saya sependapat dengan sejumlah pakar properti yang mengatakan bahwa properti masih akan menjadi salah satu sektor favorit untuk orang dalam menyimpan modalnya untuk keuntungan yang menggiurkan. Mungkin pada awal membeli tanah, lokasinya tidak harus di jalan protokol, bisa juga di sebuah jalan utama yang baru dibangun. Karena seiring berjalannya waktu, akses jalan tadi akan membuat tempat atau lokasi tersebut menjadi strategis. Terutama bila lahannya tepat di pinggir jalan, tempat tersebut akan tumbuh dengan sendirinya menjadi ramai.

     

    Memang, setiap kita melakukan investasi pasti ada ongkos investasinya. Kemampuan menekan ongkos investasi akan meningkatkan hasil investasi. Disini ongkos investasi membeli tanah banyak ragamnya. Salah satunya adalah biaya pemeliharaan lahan tersebut. Bila bisa diminimalkan akan lebih memberi hasil yang lebih baik, apalagi bisa dihilangkan. Misal lebih memilih investasi lahan yang bisa menghasilkan, seperti tambak, sehingga bisa disewakan dan hasilnya bisa digunakan untuk membayar pajak akan lahan tersebut. Inilah yang bisa meningkatkan hasil di investasi tanah tersebut.

     

    Hanya, saja kita harus akui bahwa salah satu kelemahan investasi tanah ini adalah resiko kepemilikan atau legal certification. Hal ini karena sering terjadi pemalsuan surat kepemilikan atau kepemilikan ganda. Tentu saja bila hal ini terjadi akan menghanguskan seluruh nilai investasi. Maka, saran saya, saat Anda melakukan transaksi pembelian sebuah tanah, harus dilakukan secara legal. Baik dengan menggunakan pengacara publik atau notaris. Ini untuk menghilangkan resiko investasi yang besar ini. Selalu hindari membeli sebuah lahan yang tidak ada surat kepemilikan secara legal. Seperti letter C maupun petok D, selalu pilih kualifikasi SHM dalam pembelian sebuah tanah.

     

    Seperti Anda tahu bahwa sebuah tanah mungkin akan dengan mudahnya dibeli, tapi menjualnya akan menjadi sulit bila anda tidak memiliki jaringan pemasaran yang memadai. Mungkin bisa saja dijual, tapi dengan harga yang tidak sesuai dengan harapan. Sebuah jaringan pemasaran akan membawa anda ke pembeli yang potensial. Mungkin anda bisa bekerja sama dengan property agency atau agen penjualan properti. Namun ini akan mengurangi hasil investasi nantinya, tapi paling tidak anda bisa belajar dulu dari mereka bila anda baru masuk di investasi tanah ini. Sesudahnya anda bisa membina jaringan pemasaran sendiri. Oleh karena itulah, berinvestasikan sejak dini, hal itu lebih baik. ***  (JIC)

    Kembali